Para Pemain Anyar Leicester Masih Perlu Waktu

Menurunnya Leicester City di ajang Premier League bukanlah kesalahan dari para pemain anyar mereka, yang belum menunjukkan performa sesuai ekspentasi. Bagi sang manajer Claudio Ranieri, para pemain anyar tersebut masih perlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

Usai menjadi juara di Premier League musim kemarin, Leicester sesungguhnya miliki materi pemain yang lebih sempurna di musim ini. The Foxes habiskan lebih dari 60 juta poundsterling untuk merekrut Ron-Robert Zieler (penjaga gawang), Luis Hernandez (bek), Nampalys Mendy (gelandang), Ahmed Musa (penyerang), Bartosz Kapustka (winger), dan Islam Slimani (penyerang). Satu-satunya pemain pilar yang mereka lepas ialah N’Golo Kante, yang ingin keluar dan masuk ke Chelsea.

Dengan investasi besar seperti itu, Leicester malah lewati masa-masa sulit di awal musim ini. Mereka hanya kumpulkan 13 poin lewat 13 laga di liga yang telah dilewati. Mereka cuma berselisih 2 poin dengan Hull City yang berada di zona penurunan level.

Di antara para pemain baru Leicester, hanya Slimani yang menunjukkan kontribusi yang terbilang cukup signifikan. Pemain striker yang berasal dari Aljazair tersebut sumbangkan 4 angka pada 7 pertandingan di Premier League.

Sedangkan Mendy mendapat cedera pada bagian engkel dan masih belum tampil lagi sedari bulan Agustus kemarin. Musa baru 5 kali tampil sebagai starter pada liga dengan catatkan 2 angka. Ada juga Zieler yang telah tampil di 8 laga hanya catatkan 1 clean sheet dan sudah kebobolan 16 angka.

Walau demikian, Ranieri akui dirinya merasa puas dengan pembelanjaan klubnya pada bursa transfer musim panas kemarin.

“Pemasukan para pemain amat oke dan saya merasa amat senang. Namun, tentunya saat Anda merekrut para pemain baru, mereka tidak selalu mengawalinya dengan amat oke,” ujar Ranieri.

“Kalau Anda menyaksikan Riyad (Mahrez), ia mulai (tampil oke) di musim kedua. Musim perdananya taka da yang spesial. Kalau ia perlu 6 hingga 7 bulan, jadi pikirkan para pemain lain. Tetapi, saya merasa senang dengan pendatangan para pemain dan sistem pendatangan pemain kami,” ucapnya.

Penampilan Leicester pada liga berbanding balik dengan raihan mereka pada Liga Champions. Menyandang status tim debut, mereka pasti akan lolos ke partai 16 besar menjadi juara grup.

Zidane Sebut Bukan Pertandingan Penentu Titel Juara

El Clasico jilid pertama pada musim ini bakal berlangsung pada akhir pekan ini. Sang pelatih Real Madrid yaitu Zinedine Zidane yakin dengan hasil pertandingan tidak bakal ada pengaruh di perselisihan merebut titel.

Madrid bakal berhadapan dengan rival abadinya yaitu Barcelona pada hari Sabtu (3/12/2016) malam WIB, di Camp Nou. Pertemuan terakhir dari kedua klub di Catalan tersebut berakhir dengan hasil positif El Real dengan skor 2-1, pada bulan April silam.

Sekarang ini Madrid dan Barca berada di urutan kedua teratas pada klasemen sementara. Madrid ada di posisi teratas dengan raih 33 poin, unggul 6 poin dari Blaugrana yang mengikuti di posisi kedua.

Dengan begitu, kemenangan di El Clasico bakal menjadi berarti banyak untuk mereka. Dengan tambahan 3 poin Madrid bakal semakin membuat bertambah jauh jarak dari musuh abadinya tersebut serta raih tempat yang nyaman lewat perburuan gelar La Liga.

Kebalikannya Barca bakal memotong jaraknya dengan Madrid serta hindari kejaran dari Sevilla (dengan poin yang sama) dan juga Atletico Madrid yang cuma berselisih 3 poin.

“Kami bersiap untuk apapun yang bakal terjadi sebuah laga oke dan kami bakal mulai bersiap esok. Malam ini kami bakal beristirahat semaksimal mungkin,” ucap Zidane setelah Madrid lolos ke babak perdelapan final Copa del Rey.

“Hal tersebut merupakan sebuah laga yang perlu kami siapkan dengan oke, namun apapun yang terjadi hasilnya tak akan menjadi penentu. Kami bakal berhadapan dengan sebuah tim yang oke dan saya optimis kalau mereka bakal bikin kami menderita.”

Bukti Pelapis Liverpool Dapat Dijagokan

Liverpool lakukan perputaran pemain saat berhadapan dengan Leeds United di ajang Piala Liga Inggris. Kemenangan adah sebuah bukti kalau para pemain lapis pun dapat diandalkan.

Liverpool menangkan laga dengan skor 2-0 ketika berhadapan dengan Leeds pada hari Rabu (30/11/2016) dinihari WIB, di Anfield. Hasil tersebut membawa anak-anak Merseyside ke babak semifinal turnamen.

Walau cukup dibuat sulit dengan permainan agresif dan pressing gencar yang dilancarkan oleh Leeds, Liverpool cenderung menguasai laga. Hasil ini ikut buktikan kalau rotasi pemain Liverpool dapat menjadi baik.

Juergen Klopp turunkan beberapa pemain muda antara lain ada Trent Alexander-Arnold, Kevin Stewart, Ovie Ejaria. Ia ikut berikan peluang tampil untuk Simon Mignolet, Lucas Leiva, Ragnar Klavan, Alberto Moreno, dan Divock Origi yang lebih sering dijadikan pemain cadangan terutama di Premier League.

Origi yakin kedalaman skuat Liverpool bakal berikan efek besar pada langkah musim ini. Dengan khusus ia pun singgun cedera dari Philippe Coutinho, yang mana Liverpool disebut bakal melawan sebuah ujian berat di saat menepinya sang pemain gelandang itu.

“Saat Anda dapat menolong tim, itu amat baik. Hari ini kami memperlihatkan kalau kami miliki skuat besar dan kami semua berharap berikan sesuatu kepada tim,” ujar Origi, yang ciptakan 1 angka dari 2 angka Liverpool.

“Untuk saya, cederanya Phil Coutinho membuat kecewa sebab ia tengah berada pada penampilan yang apik. Namun saat saya masuk ke lapangan, saya hanya pikirkan tentang menunjukkan performa saya dan nikmati jalannya laga.”

“Saya ingin agar musim ini akan berlangsung dengan mulus,” katanya.

Kembali Menurun Usai Unggul, Inter Perlu Berubah

Inter Milan lagi-lagi menunjukkan gejala mengendur usai sempat unggul ketika berhadapan dengan Fiorentina. Nerazzurri diminta untuk berbenah atas kejadian itu.

Inter pada awalnya nampak bakal raih hasil positif dengan mudah saat berhadapan dengan Fiorentina pada hari Selasa (29/11/2016) dinihari WIB, di Stadion Giuseppe Meazza. Dalam waktu 19 menit saja, tim tuan rumah telah berhasil lebih unggul dengan skor 3-0 lewat angka yang diciptakan oleh 3 pemain mereka yaitu Marcelo Brozovic, Antonio Candreva, dan Mauro Icardi.

Fiorentina lalu membuat kecil ketertinggalan mereka dengan angka yang diciptakan oleh Nikola Kalinic. Tetapi, di akhir babak pertama, La Viola harus relakan Gonzalo Rodriguez menepi karena diberi kartu merah langsung.

Lewat keadaan unggul dengan skor 3-1 dan pemain lawan hanya sisa 10 orang, Inter malah mendapat tekanan di babak kedua. Fiorentina sukses ciptakan angka kedua yang diciptakan oleh Josip Ilicic dan semakin antusias untuk ciptakan angka lagi untuk bikin skor jadi imbang.

Beruntung bagi Inter, Fiorentina tidak dapat samakan kedudukan. Inter malah sukses menambah mantap kemenangan mereka jadi 4-2 lewat angka yang diciptakan Icardi saat laga memasuki injury time.

“Kami perlu bermain oke di laga ini dan kami lakukan itu walau kami sedikit menurun pada babak kedua, sama halnya yang pernah terjadi di Israel,” ucap Icardi.

Yang dimaksud oleh Icardi ialah pertandingan Liga Europa berhadapan dengan Hapoel Be’er Sheva di tengah pekan kemarin. Di pertandingan itu, Inter unggul 2 angka sampai turun minum, namun pada akhirnya kalah dengan skor 2-3.

“Tentunya ini merupakan sesuatu yang perlu kami perbaiki. Saya menilai persoalannya bukan soal tingkat kebugaran kami. Saya tidak tahu apakah hal tersebut adalah rasa takut untuk raih hasil positif, namun kami perlu menguasai keadaan dengan lebih oke saat kami unggul. Ini selalu terjadi,” ujarnya.

Lewat kemenangan yang diraih saat berhadapan dengan Fiorentina, Inter naik ke urutan 8 klasemen Serie A dengan raih 21 poin. Mereka berselisih 12 poin dengan Juventus yang berada di urutan teratas klasemen dan 8 poin dari AC Milan yang berada di urutan ketiga.

Allegri Mengaku Kalau Juve Bermain Buruk

Massimiliano Allegri akui kalau Juventus tunjukkan performa di bawah standard saat berhadapan dengan Genoa, lewat sisi permainan dan juga mental. Sedari dimulainya laga Juve telah bermain amat buruk.

Juve kalah dengan skor 1-3 saat melangsungkan laga pada hari Minggu (27/11/2016) malam WIB, di Luigi Ferraris. Bianconeri sejak menit ketiga sudah kebobolan lewat angka yang diciptakan oleh Giovanni Simeone, yang digandakan oleh putra Diego Simeone tersebu sepuluh menit berikutnya.

Anak-anak Turin kemudian tertinggal dengan skor 0-3 pada babak pertama setelah Alex Sandro bikin angka bunuh diri pada menit 29. Satu-satunya angka balasan Juve tecetak lewat eksekusi sepakan bebas Miralem Pjanic pada menit 82.

Juve terlihat kurang siap menghadapai permainan yang agresif dari Genoa, yang pada pertandingan ini hingga bikin 26 pelanggaran. Sebagai perbandingan, Juve hanya lakukan 8 kali pelanggaran.

Allegri memakai catatan tersebut untuk memperlihatkan kalau para anak asuhnya kurang siap melakukan duel dengan Genoa. Ia pun menganggap ada penurunan konsentrasi usai tengah pekan lalu berhasil lolos ke tahap gugur Liga Champions dan raih posisi teratas klasemen.

“25 pelanggaran sudah (sic) dari Genoa dan 8 dari kami. Waktu itu statistiknya, tidak mungkin untuk menangkan sebuah pertandingan sepakbola,” ucap Allegri.

“Kami sedari awal sudah tahu kalau berhadapan dengan Genoa itu tak mudah dan perlu tampil pada level mereka dilihat dari fisik. Namun pada babak pertama tersebut amat buruk. Babak kedua terlihat lebih oke dan hal tersebut telah terlambat. Ini merupakan kemunduran, mungkin usai lolos Liga Champions ada kemunduran lagi pada level fokus.”

“Kami kemasukan 3 angka lewat kotak 6 yard. Lagi-lagi, Anda bakal kalah jika lakukan hal tersebut. Di tiap musim ada masa terpeleset dan ini merupakan momen kami. Sebab babak pertama kami benar-benar absen. Tak ada alasan untuk awal seperti itu,” ujarnya.

Icardi Sebut Inter Tampil Tak Berkarakter di Babak Kedua

Mauro Icardi sesali Inter Milan yang tak bisa pertahankan keunggulan atas Hapoel Be’er Sheva. Bagi Icardi, Inter tampil tak berkarakter pada babak kedua.

Inter tergusur dari Liga Europa usai kalah dengan skor 2-3 berhadapan dengan Hapoel pada hari Jumat (25/11/2016) dinihari WIB, di Turner Stadium. Semantara, Nerazzurri unggul 2 gol lebih awal di laga itu.

Sampai babak pertama berakhir, Inter masih ungguli laga dengan skor 2-0 lewat angka yang diciptakan oleh Icardi dan Marcelo Brozovic. Tetapi, keunggulan itu buyar sebab Hapoel dapat membuat kedudukan imbang lewat angka yang diciptakan oleh Lucio Maranhao dan Anthony Nwakaeme pada babak kedua.

Inter pada akhirnya harus terima kenyataan pulang tanpa membawa apapun sebab gawang mereka kembali kebobolan saat laga memasuki injury time lewat angka yang diciptakan oleh Ben Sahar.

“Inter tampil oke di awal laga. Kami ingin bermain oke dan kami dapat lakukan hal tersebut selama 45 menit. Babak kedua perlu dilupakan benar-benar sebab kami tampil tak berkarakter,” ucap Icardi.

“Hal apa yang kita saksikan pada malam ini telah terjadi sering: usai kami tampil bertahan, secara mental kami bikin persoalan untuk diri kami sendiri dan selanjutnya kami kebobolan. Kami perlu mengawali lagi dengan antusias tim yang oke dan kerja keras saat melakukan latihan,” sambungnya.

“Tetapi, kami tidak boleh beralasan. Ini nyaris mencapai hari Natal dan kami masih belum raih hasil yang kami harapkan,” sambung Icardi.

“Kalau kami tampil sebagai sebuah tim, kami dapat berusaha dengan oke. Kami semestinya menangkan pertandingan ini usai babak pertama. Saat ini mari kita pulang, terus diam, dan berusaha dengan keras,” ujar sang kapten Inter tersebut.

Bayern Cetak 400 Angka di Ajang Liga Champions

Sebuah peraihan terjadi lewat kekalahan mengejutkan yang diterima oleh Bayern Munich di kandang Rostov dengan skor 2-3. Bayern telah menciptakan 400 angka pada ajang Liga Champions.

Melangsungkan pertandingan Grup D yang berlangsung pada hari Kamis (24/11/2016) dinihari WIB, di Stadion Olimp-2, Die Roten ungguli laga. Statistik mengatakan, tim tamu mampu unggul sampai 76 persen lewat penguasaan bola dengan bikin 21 usaha dengan 9 di antaranya yang mengarah ke gawang sementara Rostov amat efisien dengan menciptakan 6 usaha dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang.

Douglas Costa mengantarkan Bayern di depan dengan menciptakan angka pada menit 36. Lewat pergerakan Renato Sanches pada sisi kanan garis belakang Rostov, bola sodoran darinya tak diamankan dengan baik sampai jatuh di jalan Costa. raih ruang untuk menembak, winger asal Brasil tersebut melesatkan tendangan kencang yang masuk di sisi atas gawang.

Tercatat, itu merupakan cetak angka yang ke-400 untuk Bayern pada ajang ini. The Bavarians jadi tim ketiga yang ciptakan angka paling tidak sampai 400 angka usai Barcelona (447) dan Real Madrid (481). Raksasa Inggris Manchester United berada di urutan keempat (350) dibelakangnya ada Arsenal (273).

Juan Bernat bikin angka kedua Bayern serta yang ke-401 pada babak kedua. Tetapi, Bayern perlu akui unggulnya Rostov yang dapat bikin 3 angka lewat Sardar Azmoun, Dimitriy Poloz, dan Christian Noboa.

Bayern yang telah pasti akan masuk ke partai 16 besar, sekarang kumpulkan 9 poin dengan 1 pertandingan tersisa. Namun, Bayern hampir tak akan dapat menjadi juara grup sebab Atletico Madrid yang mempunyai 12 poin cuma perlu tambah 1 poin saja.

Pada matchday terakhir, Bayern bakal berhadapan dengan Atletico di Allianz Arena, awal bulan Desember 2016 nanti.

Juventus Lolos Setelah tundukkan Sevilla

Juventus pastikan diri akan lolos ke partai 16 besar di ajang Liga Champions. Bianconeri lolos setelah kalahkan Sevilla, yang bermain dengan sisa 10 orang pemain sedari babak pertama, dengan skor akhir 3-1.

Melangsungkan laga pada hari Rabu (23/11/2016) dinihari WIB, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Juventus kehilangan beberapa pemain andalan mereka seperti Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Andrea Barzagli, Medhi Benatia, dan Marko Pjaca mau tak mau harus menepi karena mengalami cedera. Pada pihak Sevilla, Samir Nasri masih belum cukup bugar untuk bermain.

Juventus ditinggal lebih awal di laga ini. Mereka kebobolan sejak menit ke-9 lewat angka yang ciciptakan oleh Nico Pareja.

Namun, kartu merah yang didapat oleh Franco Vazquez di menit 36 membuat jalannya laga jadi berubah. Juventus ambil alih jalannya laga sedari waktu itu.

Di beberapa menit akhir babak pertama, Juventus sukses membuat imbang kedudukan. Claudio Marchisio menuliskan namanya pada papan skor dengan mencetak angka lewat menjadi eksekutor tendangan penalti.

Juventus ungguli babak kedua, namun kerepotan untuk menembus dinding pertahanan Sevilla. Mereka baru dapat ciptakan angka di menit ke-84 lewat sepakan keras Leonardo Bonucci. Tim tamu juga pada akhirnya balik memimpin.

Saat laga memasuki injury time, Juventus ciptakan 1 angka tambahan. Mario Mandzukic mencetak angka ke gawang Sevilla untuk membuat bertambah pasti kemenangan timnya.

Lewat kemenangan ini, Juventus berhasil mengambil alih urutan teratas klasemen Grup H dari tangan Sevilla. Mereka mengoleksi 11 poin lewat 5 pertandingan dan sudah pasti akan lolos. Sevilla turun tingkat menjadi urutan kedua dengan mengoleksi poin 10.

Klinsmann Dipecat Sebagai Pelatih Tim Nasional AS

Legenda pemain sepakbola Jerman yaitu Juergen Klinsmann sekarang tak lagi menjadi pelatih tim nasional Amerika Serikat. Klinsmann diberhentikan setelah mendapat hasil dari kualifikasi Piala Dunia 2018 yang dapat dikatakan tak bagus.

Pelatih yang berumur 52 tahun tersebut dilepas dari tempatnya usai AS dibuat malu oleh Kosta Rika dengan skor 0-4 pada laga lanjutan kualifikasi, satu pekan kemarin. Hal tersebut merupakan kekalahan paling besar AS pada ajang kualifikasi Piala Dunia sejak tahun 1957.

Pada pertandingan pertama, AS pun kalahdengan skor 1-2 melawan Meksiko sampai sekarang terperosot di urutan paling bawah zona CONCACAF. Hanya sebagai berita, 3 tim paling atas otomatis bakal langusng masuk ke putaran final Piala Dunia.

Sedangkan sedari dirinya dipilih untuk menjadi pelatih AS di tahun 2011 Klinsmann menunjukkan kinerja yang terbilang cukup apik. Tim Paman Sam sampai ke babak 16 besar Piala Dunia 2014, menangkan Piala Emas satu tahun sebelumnya, dan bukukan 12 kali kemenangan secara berturut-turut di tahun 2013.

“Kami ingin ucapkan terima kasih untuk Juergen atas kinerja dan komitmennya dalam waktu 5 tahun ini,” ucap sang Presiden Badan Sepakbola AS Sunil Gulati.

“Kami terus yakin kalau kami mempunyai para pemain yang berkualitas untuk mengantarkan kami terus melaju ke Rusia 2018. Bentuk dan perkembangan tim hingga sekarang ini sudah membuat yakin kami kalau kami cuma harus berjalan ke arah yang lain.”

“Mengingat pertandingan kualifikasi selanjutnya baru akan berlangsung pada akhir Maret, kami dapat mempunyai sejumlah bulan untuk kembali berkonsentrasi kepada tim dan berhasrat untuk pastikan laju yang berhasil untuk masuk ke Piala Dunia ke-8 secara beruntun.”

Menunggu Kejutan Liverpool Setelah Terhenti di Jeda Internasional

Tengah panas, Liverpool perlu membuat langkanya terhenti untuk sementara dikarenakan jeda internasional. Dapatkah The Reds lanjutkan penampilan itu ketika Premier League berjalan kembali hingga akhir pekan ini?

Jelang jeda internasional, Liverpool lewati 8 laga terakhir pada ajang Premier League dengan luar biasa. Jumlah 22 poin didapat oleh pasukan Juergen Klopp tersebut lewat 8 pertandingan yang ditampilkan.

Terakhir, Liverpool catatkan hasil positif dengan skor telak 6-1 melawan Watford, hasil yang membawa mereka ke urutan teratas klasemen Premier League. Sebelum membantai Watford, Liverpool pun berhasil menang dengan ciptakan banyak angka, yaitu dengan skor 4-2 di markas Crystal Palace.

2 minggu kemudian usai laga melawan Watford, Liverpool sekarang perlu lekas samakin panas lagi. Southampton telah menunggu mereka lewat laga lanjutan Premier League yang berlangsung pada hari Sabtu (19/11/2016), di St’ Mary’s Stadium.

Jelang pertandingan melawan Southampton, pertanyaan tentang momen pun tidak dipungkiri diajukan untuk Klopp. Namun sang manajer Liverpool tersebut akui tidak merasa khawatir dengan dampak jeda internasional untuk penampilan tim besutannya.

“Tentu tidak,” ucap Klopp ketika ditanya soal dirinya apakah merasa was-was kalau Liverpool akan kehilangan momentum usai langkah meyakinkan timnya terhenti sementara disebabkan jeda internasional.

“Itu bukanlah karena saya tak berpikir tentang momentum. Momentum merupakan sesuatu yang dapat Anda katakana usai laga dan selanjutnya kita dapat mengatakan kalau kita perlu memakai momentum kembali, namun tak ada yang mengetahui seperti apa jalan kerjanya,” sambung Klopp.

“Apa itu momentum jelang laga? Ayo berusaha untuk tunjukkan yang terbaik, berusaha tmapilkan sepakbola, berupaya lakukan apa yang kami katakan, berusaha untuk memakai apa yang kami lihat saat kami persiapkan laga dan segalanya.”

“Momentum bukan sebuah hal yang perlu Anda bicarakan sebelum laga berlangsung maka saya tak memikirkan tentang hal tersebut,” ujarnya seperti dikutip lewat situs resmi klub.