Kalahnya Roma Tanggung Jawab Spalletti

AS Roma bermain buruk dan kalah dengan skor 0-1 melawan Villarreal walau masih lolos ke babak 16 besar. Atas hasil negatif tersebut, Luciano Spalletti akui salah pada menggabungkan rencana.

Berhadapan dengan Villarreal di leg kedua babak 32 besar Liga Europa yang berlangsung pada hari Jumat (24/2/2017) dinihari WIB, di Stadion Olimpico, Roma lakukan beberapa perubahan pada deretan pemainnya.

Lewat 11 pemain yang bermain pada leg pertama, cuma 5 pemain yang kembali diturunkan pada leg kedua. Pada lini pertahanan, Spalletti istirahatkan Federico Fazio dan pasang Thomas Vermaelen.

Sedangkan di garis depan, Mohamed Salah dan Edin Dzeko pun hanya berada di bench. Francesco Totti dan Diego Perotti dimainkan menjadi starter dengan Stephan El Shaarawy.

Selama pertandingan, Roma kerepotan keluar dari tekanan Villarreal. Kalah lewat kontrol bola (43:57), Roma pun cuma lesatkan 9 percobaan selama pertandingan. Di babak pertama Roma malah cuma lesatkan satu sepakan.

Sedangkan Villarreal yang terus memberi tekanan tercatat melesatkan 14 sepakan, 5 di antaranya mengarah ke sasaran. Cuma penampilan meyakinkan Alisson Becker di bawah mistar gawang Roma yang patahkan Villarreal untuk ciptakan angka lebih sering.

“Pendekatan tersebut salah, sebagian dikarenakan opsi saya, sebab mereka yang bisa berlari lebih cepat malah tertekan di lini pertahanan, tinggalkan Daniele De Rossi, Leandro Paredes, dan Francesco Totti menyerang di tengah. Kami tak pernah raih bola,” ucap Spalletti.

“Saya berharap tampilkan mereka yang tak banyak raih peluang tampil dan bikin sejumlah persoalan. Saya bertanggung jawab dan saat Anda ada dalam hal ini, Anda perlu bertanggung jawab.”

“Saya berusaha memutar skuat dengan pemikiran, namun mestinya kami bermain lebih oke di pertandingan ini. Saya berusaha untuk bikin fans senang dan hal tersebut tak terwujud. Skuat masih miliki kualitas, walau dengan perubahan,” sambung Spalletti.

Mkhitaryan Ingin Bermain di Final Piala Liga Inggris

Henrikh Mkhitaryan kemungkinan tidak bermain di final Piala Liga Inggris disebabkan cedera hamstring. Namun Mkhitaryan ingin ada keajaiban yang datang pada dirinya agar dapat tampil di laga tersebut.

Mkhitaryan menjadi satu-satunya pencipta angka ketika Manchester United menangkan laga dengan skor 1-0 di markas St Etienne pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa yang berlangsung pada hari Kamis (23/2/2017) dinihari WIB tadi.

Angka terseut telah cukup menambah mantap jalan MU ke babak 16 besar dengan unggul lewat agregat 4-0 setelah menang dengan skor 3-0 di leg pertama pekan kemarin.

Sungguh di sayangkan hasil tersebut pun diwarnai dengan berita buruk soal Mkhitaryan yang cuma bertahan 9 menit usai cetak angka pada menit 16 dan diganti oleh Marcus Rashford.

Setelah laga, manajer Jose Mourinho mengatakan kalau Mkhitaryan alami cedera hamstring dan berkemungkinan tidak dapat tampil di final Piala Liga Inggris berhadapan dengan Southampton pada hari Minggu (26/2/2017) malam WIB besok yang akan berlangsung di Wembley.

Hilangnya Mkhitaryan tentu menjadi hal yang merugikan untuk pihak MU mengingat ia sedang dalam performa apik baru-baru ini dan terus menjadi starter. Jumlah seluruh pemain Armenia tersebut telah ciptakan 5 angka dan 5 kali assist lewat 23 performa di semua ajang.

Walau begitu, Mkhitaryan pribadi masih jaga peluangnya untuk bermain di pertandingan final tersebut. Ia optimis akan sembut tepat pada waktunya sebelum laga berjalan.

“Kembali pada negara di mana saya menjalani masa kecil. Terasa senang dapat cetak angka, namun saya merasa sedih perlu keluar dari pertandingan lebih cepat. Mudah-mudahan saja luka ini lekas sembuh #mufc,” tulis Mkhitaryan pada akun twitter miliknya.

Catatan Baru di Etihad dan Bay Arena

Pada leg pertama Babak 16 Besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (22/2/2017) memperlihatkan 2 pertandingan yang seru, ketat, dan banyak angka tercetak sampat tercatat rekor terbaru.

usai 4 pertandingan pertama pekan kemarin, gentian 4 pertandingan berlangsung di pekan ini. Yang mendapat giliran pertama kali ialah pertandingan antara Manchester City melawan AS Monaco di Etihad Stadium dan juga Bayer Leverkusen hadapai Atletico Madrid di Bay Arena.

City melawan Monaco dapat dikatakan yang tersengit sebab pada babak pertama telah tercetak 3 angka setelah tim tamu pimpin laga dengan skor 2-1. Pernah tertinggal lewat Raheem Sterling, Monaco ungguli lagi lewat Radamel Falcao dan Kylian Mbappe.

Sergio Aguero samakan skor 2-2 sebelum Falcao ciptakan angka kedua yang mengantarkan Monaco unggul kembali dengan skor 3-2. Tetapi, City pada akhirnya menang dengan angka kedua Aguero yang kemudian John Stones dan Leroy Sane menyusul.

Di kota Manchester 8 angka tercipta dengan kemenangan City 5-3. Sesungguhnya bisa jadi 1 angka lagi tercipta kalau penalti Falcao tidak ditahan Willy Caballero.

Sedangkan di Jerman, pertandingan Leverkusen dan Atletico pun tercipta banyak angka saat tim tamu menangkan laga dengan skor 4-2. Cetak angka Atletico dibagi rata pada Saul Niguez, Antoine Griezmann, penalti Kevin Gameiro, dan Fernando Torres.

2 angka hiburan Leverkusen dicetak Karim Bellarabi dan angka bunuh diri Stefan Savic. Lewat 2 pertandingan dinihari WIB tadi ada 14 angka tercetak dengan rataan 7 gol per laga.

Sedari format baru dipakai pada tahun 1992, ini merupakan rata-rata angka paling tinggi dalam sehari. Dengan sebelumnya pada 23 April 2003 12 angka tercetak dalam sehari laga.

Sedangkan pertandingan City dan Monaco menjadi leg pertama tahap gugur dengan cetak angka paling banyak selama sejarah Liga Champions, yaitu 8. kemduian City untuk kali kedua dapat ciptakan 5 angka di ajang ini usai menang dengan skor 5-2 melawan CSKA Moskow pada bulan November 2013.

Dan pertama kali untuk Monaco kemasukan 5 angka di ajang Eropa.

“Ini tentunya menjadi hal yang amat baik untuk para pendukung dan saya percaya kalau mereka merasa amat senang menyaksikan garis serang yang berkualitas dan juga cetak angka indah,” kata sang pelatih Monaco Leonardo Jardim pada situs resmi UEFA.

Luis Enrique Masih Didorong Para Pemain Barca

Tempat Luis Enrique sering dirumorkan sedang dalam ancaman seiring dengan langkah kurang oke Barcelona. Tetapi, para pemain Barca dikatakan masih yakin dengan pelatihnya tersebut.

Sorotan tajam menuju pada sang pelatih yang berumur 46 tahun tersebut usai Barca terjatuh di markas Paris St. Germain dengan skor 0-4 pada pertandingan Liga Champions, tengah pekan kemarin. Enrique wajib untuk membawa Barca kembali ke jalan positif ketika melangsungkan laga melawan Leganes dalam laga lanjutan liga.

Dinihari tadi di Camp Nou, Barca memang raih hasil positif dengan skor akhir 2-1. Tetapi, penampilan dari Lionel Messi dan para rekannya. tak meyakinkan sebab harus ‘andalkan’ hadiah penalti pada beberapa menit akhir yang berhasil dikonversi si pemain bintang.

Para pendukung Los Cules pun merasa tak puas. Kritik tak segan dikeluarkan oleh sebagian dari mereka.

Pertanyaan tentang karier kedepan dari Enrique semakin naik. Menyusul pernyataan kalau para pemain Barca tak lagi setuju dengan Enrique, seusai hasil negatif dengan skor telak saat berhadapan dengan PSG. Malah kabar tentang kandidat yang akan gantikan pelatih yang sempat memimpin AS Roma dan Celta Vigo tersebut selalu bermunculan.

“Kami tak kehilangan rasa keyakinan dalam diri sendiri ataupun pada sang manajer,” kata pemain gelandang senior Barca yaitu Andres Iniesta.

“Saya pikir ini merupakan keadaan yang tak sering kami rasakan.”

“Saya percaya kalau kami bakal dapat sembuhkan keadaannya yang menilai kami telah kehilangan mental juara kami untuk rintangan di hadapan. Tentu tak ada yang hilang, dan kami perlu percaya kami dapat kembali lakukan banyak hal dengan sesungguhnya.”

“Kami tak boleh menatap ke belakang. Kami harus melihat ke depan dan melangsungkan laga untuk semuanya – saya tak sedikitpun merasa ragu dengan tim ini,” kata Iniesta.

Pochettino Anggap Keyakinan Spurs Merosot Setelah Ditundukkan Liverpool

Tottenham Hotspur menerima hasil negatif saat melangsungkan laga di kandang Gent di ajang Liga Europa. Hasil ini sedikit memberi banyak pengaruh lewat hasil negatif yang di dapat ketika berhadapan dengan Liverpool.

Spurs dikalahkan dengan skor 0-1 lewat laga yang berlangsung pada hari Jumat (17/2/2017) dinihari WIB, di Ghelamco Arena, di pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa. Jeremy Perbet ciptakan satu-satunya angka di laga tersebut pada menit ke-59.

Lewat pertandingan ini Spurs kerepotan bikin kesempatan oke walau cukup unggul lewat penguasaan bola sampai dengan 55 persen. Lewat 13 upaya, cuma 4 yang mengarah ke gawang. Sedangkan Gent lakukan 11 percobaan dengan 2 di antaranya yang tepat ke sasaran dan satu menjadi angka.

Pochettino akui performa anak besutannya tidak baik. Ia menyangka secara mental, hasil negatif dengan skor 0-2 dari Liverpool pada akhir pekan kemarin menjadi pengaruh pada timnya.

“Hingga pertandingan dengan Liverpool, kami ada pada langkah yang amat oke. Namun kemudian, mungkin benar keyakinan kami agak menurun,” ujarnya.

“Namun pada hari ini ajang yang berbeda. Semua orang yang melihat laga tahu kalau hal tersebut bukanlah permainan kami yang terbaik.”

“Mungkin hal tersebut memang bukan penampilan yang oke, namun kami harus pahami kalau memang tak mudah untuk tampil di Liga Europa,” katanya.

Pochettino sendiri yakin untuk lolos masih tetap terbuka, ditambah leg kedua berlangsung di muka para fans Spurs pada tanggal 24 Februari nanti, yaitu di Wembley.

“Perselisihan ini masih terbuka, ini tak hanya soal 90 menit. Hasil ini merupakan keuntungan minim bagi Gent dan kami kapabel untuk dapat membuat keadaan jadi berbalik,” katanya.

Karena Orang Tua, Mertens Menolak China

Dries Mertens akui miliki peluang raih banyak uang dengan hijrah ke Liga China. Namun, ia tidak mau membuat kedua orang tuanya kecewa.

Dengan besarnya dalam sisi finansial yang dipunya para klub China, ada ambisi untuk datangkan para pemain sepakbola top dunia ke Negeri Tirai Bambu. Pada bursa transfer kemarin, Carlos Tevez, Oscar, John Obi Mikel, Hernanes, Alexandre Pato, dan Axel Witsel secara resmi pindah ke Liga Super China.

Mertens, yang sampai saat ini telah ciptakan 20 angka untuk Napoli di musim ini pun memiliki peluang untuk bermain di China. Namun, hal tersebut tidak seperti apa yang orang tuanya inginkan, yang berharap melihat dirinya berhasil di Eropa.

“Ayah saya menyetir bus dari Anderlecht dan ia membawa saya ke tempat latihan di Brussels setiap hari sedari saya berusia 11 tahun sampai saya 18 tahun,” ucap Mertens.

“Saya amat hargai dengan apa yang telah orang tua saya perbuat untuk saya. Mereka tak besarkan saya dengan membincangkan masalah uang. Saya bakal membuat kecewa mereka kalau saya pergi ke China,” sambungnya.

Mertens tidak mengatakan klub mana yang targetkan dirinya dan seberapa besarkah penawaran yang dia raih. Namun, baginya penawaran tersebut amat tinggi.

“Kami telah pikirkan dengan positif dan negatifnya. Istri saya telah membaca testimoni dari orang-orang yang berada di sana, dan selanjutnya Anda mendengar terntang asap dan Anda bilang hal tersebut bukanlah atmosfer yang sehat,” ujarnya.

“Dan saya putuskan untuk kata tidak. Saya dapat katakan kalau tak mudah untuk tak menerima uang sebesar itu. Anak-anak malah cucu-cucu saya tidak perlu merasa khawatir tentang karier mereka,” kata pemain penyerang yang berasal dari Belgia tersebut.

Walau Menang Besar, Emery Berhati-hati di Leg Kedua

Sang pelatih Paris St-Germain yaitu Unai Emery, tidak ingin terlalu jemawa setelah menang besar atas Barcelona. Karena masih ada pertandingan leg 2 yang bakal berlangsung di Camp Nou yang perlu dilangsungkan timnya.

Di leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (15/2/2017) dinihari WIB tadi, PSG yang bermain di Parc des Princes dominan sejak menit awal dan tidak berikan peluang pada Barca untuk membuat permainan mereka berkembang.

Hasilnya PSG dengan mudahnya melakukan tekanan pada Barca dan ciptakan 4 angka tanpa dapat di balas ke gawang Marc-Andre Ter Stegen. 2 cetak angka Angel Di Maria ditambah angka dari Julian Draxler dan Edinson Cavani.

Hasil positif besar tersebut tentu saja disambut dengan suka cita oleh pihak PSG mengingat mereka miliki catatan buruk berhadapan dengan Barca. Sebelumnya cuma 2 kali menang lewat 9 pertemuan, ditambah catatan buruk Emery yang cuma satu kali menang saat berhadapan dengan Barca selama kariernya sebagai pelatih.

Lewat hasil ini tentu saja beban PSG bakal berkurang banyak ketika melangsungkan laga lag kedua di Camp Nou pada tanggal 8 Maret yang akan datang. Sebab tidak ada tim yang dapat lolos usai kalah dengan skor telak 0-4 di leg pertama sepanjang sejarah tahap gugur Liga Champions.

“Tentunya saja ini merupakan sebuah motivasi besar untuk berhadapan dengan Barcelona dan juga tingkat kesulitannya,” ucap Emery.

“Hasilnya amat menyenangkan, namun Anda perlu berhati-hati sebab kami masih miliki 90 menit tersisa,” lanjutnya.

“Kami perlu dapat atasi mereka dan kami perlu bermain amat sempurna. Kami perlu pertahankan tingkat konsentrasi sebab cara bermain mereka amat variatif.”

“Saya masih amat waspada dengan pertandingan selanjutnya. Kami perlu terus tunjukkan performa seperti ini,” demekian katanya.

Cristiano Ronaldo Tak Cetak Angka di Liga Champions

Cristiano Ronaldo tengah lewati masa tak cetak angka paling panjangnya dengan Real Madrid di Liga Champions, jelang laga hadapi Napoli.

Terakhir kali Ronaldo membobol gawang lawan di kompetisi tersebut ialah saat Madrid tampil imbang dengan skor 2-2 di kandang Borussia Dortmund di akhir bulan September. Pemain internasional Portugal tersebut ciptakan angka pertama dalam pertandingan, pada menit 17.

Kemudian Ronaldo belum dapat ciptakan angka kembali pada 4 pertandingan di Liga Champions, bikin topskorer sepanjang masa di El Real itu telah lewati 433 menit tanpa dapat cetak angka ke gawang lawan.

Tercatat, durasi tersebut jadi puasa cetak angka paling panjang Ronaldo di Liga Champions. Pihak Madrid tentu ingin agar dirinya dapat cetak angka kembali saat berhadapan dengan Napoli di babak leg pertama babak 16 besar yang berlangsung pada hari Kamis (16/2/2017) dinihari WIB.

Berikut merupakan catatan seputar pertandingan itu

– Cristiano Ronaldo dalam 433 menit di Liga Champions tidak cetak angka, paling panjang di kompetisi tersebut bersama Real Madrid. Namun dia telah ciptakan 34 angka lewat 38 pertandingan tahap knock-out bersama Madrid sampai saat ini.

– Real Madrid masih belum pernah gagal ciptakan angka di 33 babak markas Liga Champions terakhirnya, deretan paling panjang di kompetisin tersebut. Barcelona merupakan tim terakhir yang metinggalkan Bernabeu dengan clean sheet (2-0, April 2011).

– Real Madrid 7 kali sudah tergusur di 8 duel markas/tandang melawan tim-tim Italia di Piala/Liga Champions, dengan satu-satunya pengecualian saat berhadapan dengan AS Roma di partai 16 besar musim kemarin.

– Napoli hanya bikin satu clean sheet di 10 partai tandang Liga Champions. Hal tersebut berlangsung pada satu-satunya lawatanke Spanyol sampai saat ini, menghadapi Villarreal di bulan Desember 2011 (2-0).

– Musim ini Napoli jadi urutan teratas klasemen grupnya, untuk pertama kali di Liga Champions, usai sebelumnya berada di posisi itu di tahun 2011-2012 dan ketiga di 2013-2014. Namun Napoli masih belum pernah berjalan lebih jauh dari partai 16 besar.

Higuan Terus Melaju di 2017

Angka demi angka terus diciptakan oleh Gonzalo Higuain sedari bergantinya tahun. Pemain striker Juventus tersebut amat produktif dalam menciptakan angka di tahun 2017.

Higuain jadi pemain bintang ketika Juventus berhasil menangkan laga atas Cagliari dengan skor 2-0 lewat laga yang berlangsung pada hari Senin (13/2/2017) dinihari WIB, di Stadio Sant’Elia. Higuan menjadi pemain yang ciptakan 2 angka Bianconeri di pertandingan itu.

Dengan menambah cetak 2 angka tersebut, Higuain telah ciptakan 21 angka dalam 31 pertandingan sedari direkrut oleh Juventus dari Napoli di musim panas tahun kemarin. Ia saat ini jadi top skorer Serie A dengan dibelakangnya ada Edin Dzeko yang ciptakan 18 cetak angka.

Lewat semua angka yang diciptakan Higuain tersebut, 8 di antaranya tercetak di 8 pertandingan pada tahun 2017. Tercatat Higuain merupakan pemain paling tajam di tahun 2017 pada 5 liga top Eropa.

Ketajaman yang ditunjukkan oleh Higuain ini telah buktikan kalau Juventus memang tidak salah sampai keluarkan dana sampai dengan 90 juta euro hanya untuk rekrut dirinya. Pemain penyerang internasional Argentina tersebut berhasil menutup mulut para pengkritik yang dulu mengkritik dirinya.

“Saya ada pada keadaan yang oke, sama halnya juga dengan para pemain yang lainnya,” ujar Higuain setelah pertandingan menghadapi Cagliari.

“Kami mengetahui kalau Cagliari miliki rekor laga di markas yang oke dan kami perlu berusaha dengan keras untuk bisa raih hasil positif. Saat ini kami perlu beristirahat dan bersiap untuk pertandingan menghadapi Palermo di hari Jumat,” ujarnya.

Musim Panas Mourinho Tidak akan Rekrut Banyak Pemain Baru

Sang manajer Manchester United yaitu Jose Mourinho mengatakan kalau klubnya tidak akan lakukan pembenahan skuat secara besar-besaran di musim panas yang akan datang. Mourinho mengatakan kalau aktivitas The Red Devils pada bursa transfer musim panas tidak bakal amat mencolok.

Sedari hadir ke MU pada musim panas tahun kemarin, Mourinho sudah merekrut Eric Bailly, Zlatan Ibrahimovic, Henrikh Mkhitaryan, dan Paul Pogba. Pada bursa transfer Januari, sang manajer yang berasal dari Portugal tersebut lepaskan Morgan Schneiderlin ke Everton dan Memphis Depay ke Lyon.

Bagi Mourinho, skuat yang punya MU saat ini telah cukup oke. Oleh sebab itu, ia jamin tidak akan ada banyak pemain anyar yang hadir di musim berikutnya.

“Kami miliki skuat yang seperti setiap skuat, perlu perubahan. Namun, kami pun tahu kalau skuat kami miliki kemampuan. Skuat kami miliki para pemain oke,” kata Mourinho.

“Kami lebih ingin rekrut dua, tiga, atau empat pemain oke yang pas dengan ide permainan yang berupaya kami terapkan dan bikin skuat kami menjadi lebih oke.

“Kami tak tergoda untuk menjual 6 atau 7 pemain lalu beli 6 atau 7 dan dari 6 atau 7 pemain tersebut hanya satu atau dua yang sungguh berkualitas sedangkan yang lain sama dengan para pemain yang kami jual.

“Kami seimbang. Kami menilai kalau aktivitas kami di musim panas bakal berjalan mulus dan alami. Sejumlah pemain bakal pergi, sejumlah pemain bakal hadir, namun lewat cara yang amat alami. Saya anggap aktivitas kami pada musim panas bakal cukup kecil,” ujar Mourinho.

MU sekarang berada di urutan keenam di klasemen sementara Premier League dengan catatkan 45 poin lewat 24 pertandingan. Mereka bakal berhadapan dengan Watford pada hari Sabtu (11/2) di Old Trafford.