Wenger Membantah Dirinya Mendorong Asisten Wasit

Arsene Wenger bantah kalau ia telah mendorong asisten wasit setelah protes keras karena Burnley raih tendangan penalti. Walau begitu, Wenger meminta maaf sebab dirinya sempat emosi.

Arsenal berhasil menang dengan skor 2-1 melawan Burnley di laga yang berakhir dramatis pada hari Minggu (22/1/2017) malam WIB, di Emirates Stadium. 2 tendangan penalti diberikan oleh wasit pada masa injury time.

Arsenal pernah unggul lebih awal dengan angka yang diciptakan Shkodran Mustafi pada menit 59. Namun hasil positif Arsenal seperti bakal sirna usai wasit memberi hadiah pada Burnley penalti pada menit 93 disusul dengan pelanggaran Francis Coquelin pada Ashley Barnes.

Keputusan yang telah diambil oleh wasit itu bikin Wenger marah. Ia memprotes keras sampai pada akhirnya dikeluarkan dari bangku cadangan Arsenal. Di lorong ke arah ruang ganti, Wenger nampak mendorong offisial keempat yaitu Anthony Taylor.

Namun pada akhirnya Arsenal menangkan laga dengan skor akhir 2-1 dengan penalti Alexis Sanchez. Arsenal raih penalti usai Ben Mee lakukan pelanggaran yang mengangkat kakinya terlalu tinggi dan menyentuh kepala Laurent Koscielny.

Tentang responsnya itu, Wenger akui kalau ia memang sedang emosi. Namun manajer yang berasal dari Prancis tersebut bantah bahwa ia mendorong Taylor.

“Tidak, tidak, tidak. Saya cuma masuk dan melihat laga di sini kemudian. Saya anggap saya dapat terus di lorong,” ucap Wenger.

“Saya mestinya diam. Saya memohon maaf sebab saya tak lakukannya namun itu saja,” sambungnya soal dirinya hingga dikeluarkan oleh wasit.

“Tak ada niatan jahat, saya cuma semastinya tak berkata apapun dan kendalikan diri walau pada waktu yang amat sibuk,” ujarnya.

‘Perpindahan Depay ke Lyon Akan Selesai Secepatnya’

Memphis Depay satu langkah lebih dekat dengan Olympique Lyon. Pemain penyerang Manchester United tersebut dikatakan bakal secara resmi bakal bermain untuk klub barunya secepatnya.

Depay baru melangsungkan musim kedua mereka bersama MU. Tetapi sedari hadirnya di awal musim 2015/2016 kemarin, pemain yang berusia 22 tahun tersebut tidak berhasil perlihatkan kontribusi berarti bagi ‘Setan Merah’.

Depay bermain pada 56 laga dengan MU sampai saat ini. Ia hanya bikin 7 angka dan 7 kali assist pada masa itu.

Namanya telah disebut-sebut menjadi salah satu yang masuk dalam terget beberapa klub pada bursa transfer musim dingin sekarang. Namun terlihat Lyon-lah yang bakal secepatnya menjadi pelabuhan bagi Depay berikutnya.

Presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengatakan telah ada kesepakatan utama dengan MU pada transfer pemain yang berasal dari Belanda ini. Lyon dikatakan bakal keluarkan dana sebesar 21,7 juta poundsterling.

Sekarang proses transfernya tengah berjalan dan diperkirakan bakal berakhir dalam 2 hari berikutnya.

“Ini sebelumnya merupakan sebuah mimpi, sebab ia cocok sekali dengan pemain yang tengah kami cari. Menjadii tambahan, ia miliki cara flamboyannya sendiri,” ucap Aulas.

“Betul kalau Jose Mourinho tak banyak turunkan ia, jadi ada peluang untuk kami agar dapat bernegosiasi dengan Manchester United. Untuk sekarang ini, kami telah miliki kesempatan dasar.”

“Namun kami harus tuntaskan kontrak, yang mana memang sedikit merepotkan sebab ada beberapa bonus. Ini merupakan operasi besar, ada tambahan bonus berjumlah 8 juta. Ini inventasi besar.”

“Tahapnya tengah berlangsung, namun ini bakal memakan waktu, saya merasa, sebentar lagi untuk mendaftarkan dirinya,” ujarnya.

Guardiola Disebut bakal Kembalikan City ke Jalurnya

Manchester City tengah lewati masa buruk baru-baru ini. Namun di pimpin oleh Pep Guardiola, The Citizens disebut bakal keluar dari kesulitan dan kembali pada jalan positif.

Guardiola sesungguhnya bikin awal yang cemerlang menjadi sang manajer City dengan menangkan 10 laga perdananya. Namun, dalam sejumlah waktu terakhir, ia disoroti sebab performa City yang masih belum konsisten dan beberapa hasil negatif.

City dipermalukan oleh Everton dengan skor telak 0-4 dalam laga lanjutan Premier League di akhir pekan kemarin. Kekalahan telak tersebut bikin City makin merosot dalam perebutan gelar pada musim ini.

City sekarang berada di urutan kelima pada klasemen sementara dengan mengumpulkan 42 poin lewat 21 pertandingan. Mereka berselisih 10 poin dengan Chelsea yang menempati posisi teratas klasemen.

David Villa, yang sempat jadi pemain yang Guardiola latih di Barcelona, percaya akan bekas pelatihnya tersebut bakal mampu membenahi kondisi di City.

“Ia saat ini lewati masa yang tak mudah namun saya percaya kalau ia bakal buat keadaan berubah,” ucap Villa.

“Tak heran miliki masa sulit dengan tim, namun ia luar biasa dan saya nilai ia miliki sebuah metodologi dan ia pun miliki staf pelatih yang amat baik untuk bikin keadaan berubah dan masa depan (di City) tentu saja bakal jadi lebih baik lagi,” lanjut Villa.

“Sepakbola di tiap negara tidaklah mudah dan saya amat beruntung sebeb saya sempat tampil untuk Guardiola. Ia merupakan seorang pelatih yang luar biasa, untuk tiap orang yang suka dengan sepakbola. Namun, di dunia sepakbola bukanlah hal yang mudah untuk menang dan ia hampir terus raih hasil positif. Statistiknya luar biasa,” ujarnya.

City bakal berhadapan dengan lawan berat lainnya di akhir pekan ini. Mereka bakal berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada hari Sabtu (21/1/2017) yang akan datang, di Etihad Stadium.

Arsenal Diberi Saran Lepas Coquelin pada Musim Panas

Arsenal diberi saran agar lepaskan Francis Coquelin pada musim panas yang akan datang. Penampilannya dianggap tidak memuaskan sampai saat ini.

Coquelin pada musim ini telah tampil 17 kali pada ajang Premier League. Ia menjadi salah satu opsi utama Arsene Wenger pada garis tengah, menjadi satu dari dua pemain gelandang poros dalam taktik 4-2-3-1 Arsenal.

Namun penampilannya dianggap biasa saja. Dilihat dari pertahanan, sampai saat ini ia tercatat lakukan rata-rata 3 kali tekel yang berhasil, 2,6 intersepsi, dan 1,2 sapuan tiap laganya.

Sedangkan persoalan dalam mengalirkan bola bukanlah salah satu kehebatan Coquelin. Ia rata-rata cuma lesatkan 46 umpan tiap pertandingan dengan ketepatan mencapai 88 persen. Ini jauh di belakang Granit Xhaka atau Santi Cazorla, pemain yang tempatnya diganti oleh Coquelin.

Xhaka rata-rata bikin 65,2 umpan tiap pertandingan dengan keakuratan mencapai 89 persen, sedangkan Cazorla lakukan rata-rata 70 operan dengan keakuratan hingga 91 persen per laganya.

Bekas pemain Arsenal yaitu Charlie Nicholas yakin kalau Coquelin cuma menjadi jalan keluar jangka pendek sedangkan pemain lainnya seperti Cazorla atau Mohamed Elneny tidak ada. Kualitasnya dikatakan tidak amat istimewa.

Nicholas mengatakan kalau Wenger semestinya lepas Coquelin pada musim panas yang akan datang, terlepas si pemain baru tekankan perpanjangan kontrak sepekan kemarin.

“Saya tidak persoalkan dengan ia raih kontrak baru. Saya bukanlah fans terbesarnya, namun mereka tak miliki banyak pilihan di tempat tersebut,” ucap Nicholas.

“Santi Cazorla absen dalam jangka waktu yang lama, Mohamed Elneny tengah menepi, dan Jack Wilshere sedang menjadi pemain pinjaman. Maka Arsene Wenger tentu tak dapat biarkan ia keluar sekarang ini.”

“Walau begitu, saat semuanya telah kembali fit dan bugar, Coquelin akan beruntung jika dapat masuk di dalam daftar 18 pemain inti. Kami sungguh perlukan banyak pemain pada departemen tersebut sekarang ini.”

“Ia bakal lakukan misi jangka pendek dan kemudian Anda bakal berpikir kalau mereka akan raih harga yang oke untuknya. Tampil di lapangan bakal menambah nilainya dan saya bakal menjualnya pada musim panas saat semuanya telah bugar,” katanya.

Montella Anggap Milan Terlambat Memanas

AC Milan dianggap masih kurang siap mental pada babak pertama menghadapi Torino. Diavolo Rosso baru naik tingkat pada babak kedua dan menyusul ketertinggalan mereka.

Milan di tinggal lebih awal dengan skor 0-2 saat bertamu ke Olimpico Grande Torino pada hari Selasa (17/1/2017) dinihari WIB, sebelum pada akhirnya tampil imbang dengan skor 2-2. Rossoneri kemasukan angka lewat Andrea Belotti dan Marco Benassi sampai akhiri paruh pertama tertinggal, kemudian samakan kedudukan lewat Andrea Bertolacci dan tendangan penalti Carlos Bacca.

Sang pelatih Milan Vincenzo Montella menganggap para pemainnya kurang sigap dalam lakukan respons agresif dari Torino. Permainan juga akhirnya kurang berkembang pada babak pertama.

Milan tercatat hanya lakukan 9 upaya pada paruh pertama dengan 2 di antaranya yang mengarah ke gawang. Torino sementara itu bukukan 9 percobaan dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang.

saat memasuki babak kedua barulah Milan keluarkan performa yang membaik. 14 upaya dilesatkan dengan 6 di antarnya yang mengarah ke gawang, sedangkan tim tuan rumah dibatasi cuma lakukan 8 percobaan dengan 2 di antarnaya yang tepat sasaran.

“Tak jarang hal tersebut menjadi sebuah pertandingan yang tidak dapat diprediksi, Torino pada malam ini miliki temperamen yang oke di awal dan pantas raih keunggulan, walau dengan 2 penuntasan akhir tidak mulus,” ucap Montella.

“Kami tinggikan temperamen kami dan laju aliran bola pada babak kedua, pantas raih angka untuk imbangi skor dan ke arah akhir pertandingan peluang amat terbuka untuk kedua tim raih angka kemenangan.”

“Taktiknya ialah untuk memperlihatkan dengan penuh 75-90 menit layaknya pada babak kedua ini. Jika kami dapat lakukan itu dalam 20 menit, kami dapat lakukannya selama pertandingan berlangsung. Ini kabar mentalitas, kami harus meraihnya dengan perlahan dan saya terus optimis kami bakal lakukan itu,” kata bekas pelatih Fiorentina itu.

Setelah Ditundukkan Fiorentina, Juventus Diminta Selalu Berusaha

Usai Juventus kalah melawan Fiorentina, Giorgio Chiellini akui kalau timnya masih miliki banyak kekurangan. Untuk meraih keberhasilan pada musim ini, yang perlu dilakukan Juve hanyalah satu, yaitu selalu berusaha dengan keras.

Juventus kembali dari kunjungannya tanpa membawa poin dari pertandingan yang berlangsung pada hari Senin (16/1/2017) dinihari WIB, di Artemio Franchi. Bianconeri perlu akui keunggulan dari tim tuan rumah dengan skor akhir 1-2.

2 angka yang diciptakan Fiorentina pada pertandingan ini diciptakan oleh Nikola Kalinic dan Milan Badelj. Sedangkan Juve hanya dapat ciptakan 1 angka balasan lewat angka yang diciptakan oleh Gonzalo Higuain.

“Kami lakukan banyak kecerobohan dalam keadaan yang berbeda-beda. Terkadang hal tersebut merupakan sejumlah kesalahan yang muncul dari individu saat kami mungkin saja membuang bola dengan mudah, namun tidak dapat dilakukan,” ujar Chiellini pada situs resmi Juve.

“Fiorentina merupakan tim yang bikin Anda berada dalam tekanan dan dapat memaksa Anda keluar dari tempat. Kalau pada beberapa pertandingan lain kami dapat menahannya, kami tidak dapat lakukan hal tersebut pada malam ini, khususnya di babak pertama,” ucapnya.

Walaupun mendapat hasil negatif, Juventus tetap berada di urutan teratas klasemen sementara dengan mengoleksi 45 poin lewat 19 laga. Mereka unggul 1 poin dengan AS Roma yang menempati urutan kedua. Tetapi, Roma tampilkan 1 pertandingan lebih banyak.

Dengan mempunyai 19 pertandingan tersisa, Juve masih jadi calon terkuat yang akan dapatkan scudetto pada musim ini. Tim yang di besut oleh Massimiliano Allegri tersebut berikutnya bakal bertemu dengan dengan Lazio di markas sendiri pada hari Minggu (22/1/2017) yang akan datang.

“Kami perlu berusaha lebih keras lagi. Hal tersebut terus jadi rahasia keberhasilan kami. Kami masih berada pada proses pembenahan dan kami harus lakukan penyempurnaan keseimbangan dan penempatan bagian kami,” kata Chiellini.

“Kami tak berhasil menang di 4 pertandingan tandang paling berat musim ini dan hal tersebut perlu kami evaluasi. Saat ini kami dapatkan banyak hasil positif, namun kami pun menerima sejumlah hasil negatif dan kami di Juve tidak terbiasa dengan hal tersebut,” imbuhnya.

Setelah Kalah Melawan Everton, City Diminta Lebih Solid

Manchester City raih sebuah pembelajaran yang amat bernilai usai mendapat hasil negatif di markas Everton. City sekarang diminta untuk lebih solid lagi sebagai tim.

Hal itu dikatakan oleh pemain bek kiri City, Gael Clichy. Clichy tampil penuh lewat laga yang berlangsung pada hari Minggu (15/1/2017), di Goodison Park, dan perlu melihat timnya dibuat malu oleh Everton dengan skor akhir 0-4.

Hasil negatif dengan kebobolan 4 angka tanpa dapat membalas ini merupakan hasil paling buruk City di musim ini, sama dengan hasil negatif The Citizens melawan Barcelona pada tahap grup Liga Champions.

“Ini tidaklah mudah. Namun, terkadang Anda tampil oke dan tak berarti Anda bakal menangkan laga,” ucap Clichy.

“Kami mengetahui seperti apa mereka bakal tampil, hampir terus kirimkan umpan panjang pada Lukaku, dan lewat 5 pemain belakang juga andalkan serangan balik. Kami mengetahui hal tersebut, namun kami juga tahu kami berharap tunjukkan cara main kami sebab kami optimis hal tersebutlah cara untuk menangkan laga,” sembung pemain bek yang berasal dari Prancis tersebut.

“Kami pun mengetahui terkadang Anda perlu berpikir realistis– saat ada peluang, Anda perlu ciptakan angka, dan saat Anda bertahan Anda perlu bertahan dengan lebih oke,” katanya.

Usai hasil negatif melawan Everton, City sekarang berada di urutan kelima klasemen Premier League dengan mengumpulkan 42 poin. Mereka berselisih 10 poin dengan Chelsea yang berada di urutan teratas klasemen.

“Maka, pesan umumnya ialah kami perlu semakin solid dan kompak sebagai sebuah tim, dibanding herus berpikir tentang hal lain,” ujar Clichy.

City berikutnya bakal berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada hari Sabtu (21/1/2017) yang akan datang, di Etihad Stadium.

Stones Merasa Aneh, ke Goodison Park Sebagai Lawan

John Stones bakal datang lagi ke Goodison Park untuk kali pertama sedari bermain untuk Manchester City. Untuk Stones, pulang ke rumahnya yang lama dengan status sebagai lawan bakal membuatnya merasa aneh.

Stones, pemain ya berusia 22 tahun, keluar dari Everton dan bergabung dengan City di musim panas kemarin. Ia jadi pemain bek Inggris paling mahal sebab angka transfer dirinya sampai dengan 47,5 juta poundsterling.

Sedari bermain untuk City, Stones sudah sering kali berhadapan dengan Everton, yaitu ketika bekas klubnya tersebut melangsungkan laga ke Etihad Stadium di bulan Oktober 2016 kemarin dalam pertandingan yang berakhir dengan skor seri 1-1.

City bakal mendapat giliran untuk bertamu ke Goodison Park pada hari Minggu (15/1) yang akan datang. Perasaan Stones bercampur untuk melangsungkan pertandingan itu.

“Hadir rasa emosi yang berupa-rupa. Saya miliki banyak rekan di sana. Saya tampil di banyak laga bersama Everton dan banyak anggota keluarga saya berteman di sana. Maka, ini merupakan saat yang besar untuk mereka, sama halnya dengan saya,” ucap Stones.

“Bakal terasa aneh. Saya optimis di tiap pemain yang kembali untuk kali pertama melawan bekas klubnya bakal terasa seperti itu,” ujar Stones.

Stones didatangkan Everton dari Barnsley pada bulan Januari 2013 dengan keluarkan dana transfer sebesar 3 juta poundsterling. Ia bermain di 95 laga sejak bermain untuk The Toffees.

“Hal tersebut merupakan masa yang amat penting pada masa depan saya. Saya sungguh nikmati waktu saya di tempat itu, tidak dapat katakan satu pun hal buruk tentang itu. Hal tersebut jadikan saya sebagai seorang pemain seperti saat ini. Saya hanya dapat berterima kasih pada semua orang yang berada di sana,” imbuh Stones.

Juve Tahu Atalanta Bakal Merepotkan

Karena menurunnya performa dari tim Juventus pada babak kedua, Juve perlu lakukan upaya dengan susah payah untuk berhasil raih hasil positif saat melawan Atalanta dengan skor 3-2. Pemain bek Andrea Barzagli akui kalau timnya perlu terus belajar lebih banyak lagi supaya kesalahan yang mereka lakukan di laga tersebut tidak kembali terulang.

Menjadi tuan rumah melawan Atalanta di pertandingan babak 16 besar Coppa Italia yang berlangsung pada hari Kamis (12/1/2017) dinihari WIB, di Juventus Stadium, Juve nampak bakal menangkan laga dengan mudah. Bianconeri unggul lebih awal dengan skor 2-0 dalam 35 menit lewat angka yang diciptakan Paulo Dybala dan Mario Mandzukic.

Namun, usai turun minum, Juve malah mengendur. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Atalanta untuk memotong jarak ketertinggalan lewat angka yang diciptakan Abdoulay Konko.

Sepakan penalti Miralem Pjanic mengantarkan Juve ungguli laga dengan skor 3-1. Tetapi, Atalanta tidak menyerah dengan mudah dan mereka sukses ciptakan angka kedua lewat Emmanuel Latte Lath.

Pada sisa waktu, Atalanta lanjut memberi tekanan pada Juve. Beruntung untuk tim tuan rumah, tidak ada angka yang tercetak lagi sampai pertandingan berakhir.

“Kami telah mengetahui kalau Atalanta bakal merepotkan kami. Kami mengawali laga dengan oke, kemudian sedikit menurun seiring berlangsungnya laga,” ucap Barzagli pada situs resmi Juve.

“Kami perlu belajar dari laga pada hari ini. Kami tak manfaatkan bola dengan bagus dan kami telat memberi respons, namun Anda perlu dapat menahan tekanan. Angka yang diciptakan Konko pun bukan sebuah kebetulan belaka,” ujar dia.

Pada babak perempatfinal Coppa Italia, Juve bakal berhadapan dengan Torino atau AC Milan di tanggal 25 Januari yang akan datang.

Lucas Leiva Pikirkan Kariernya bersama Liverpool

Lucas Leiva telah mulai pikirkan kariernya bersama Liverpool sebab kecilnya peluang untuk bermain. Namun untuk sekarang ini, Lucas masih ingin tetap berada di klub.

Lucas mulai minim raih peluang tampil di pimpin oleh Juergen Klopp. Musim ini, Lucas cuma bermain 14 kali dan hanya 3 kali dipilih sebagai starter di Premier League.

Dengan umur yang telah menginjak kepala tiga, Lucas mulai memikirkan kelangsungan masa depannya di Anfield. Pemain yang berasal dari Brasil tersebut tidak ingin terlalu sering menjadi pemain cadangan.

Namun Lucas masih miliki harapan untuk tetap berada di Liverpool. Liverpool yang masih berada pada perselisihan meraih titel juara Premier League dikatakan olehnya juga menjadi bahan yang perlu dipikirkan.

“Keadaannya tak baik. Ini merupakan sesuatu yang tak ingin saya harapkan untuk karier saya, tak banyak bermain. Saya tak ingin hal ini untuk masa depan saya, terutama pada umur saya ini. Saya belum inginkan pensiun dan masih miliki sejumlah tahun ke depan,” ucap Lucas.

“Anda berharap tampil, kami dibayar untuk tampil, namun saya hanya berusaha untuk profesional dan menolong semampu mungkin dan saat saya miliki peluang, saya akan tunjukkan sebaik mungkin.”

“Sekarang ini saya perlu melawan ini dan berusaha temukan jalan keluar saat saya miliki peluang. Saya wajib profesional, berpikir tentang tim dan melihat apa yang bakal berlangsung,” sambung pemain yang nyaris sedekade bermain untuk The Reds tersebut.

“Tempat yang paling oke bagi saya sekarang ini ialah Liverpool. Saya tak dapat katakan (di mana) dalam satu minggu, satu bulan, atau empat bulan. Saya perlu bikin keputusan saat sesuatu datang kalau hal tersebut lebih baik. Ini telah jadi musim yang luar biasa dan kami miliki kesempatan untuk dapatkan trofi dan itu pun menjadi sesuatu yang saya pikirkan,” katanya.