Mourinho Marahdi Tepi Lapangan Karena Kesalahan Asisten

Ada saja kisah dari Jose Mourinho. Di laga antara Manchester United melawan Zorya Luhansk dia nampak sedang marah-marah kepada asistennya sendiri di tepi lapangan.

Laga yang berlangsung pada hari Jumat (30/9/2016) dini hari WIB, di Stadion Old Trafford, itu dimenangkan oleh United dengan skor akhir 1-0. Angka yang satu-satunya diciptakan ‘Setan Merah’ pada pertandingan tersebut dicptakan oleh Zlatan Ibrahimovic pada babak kedua.

Tetapi, sebelum Ibrahimovic menciptakan angka, United pernah kerepotan menembus pertahanan rapih dari Luhansk. Kemudian, United pun perlu hadapai serangan balik dengan cepat yang dilancarkan oleh kesebelasan yang berasal dari Ukraina itu.

Kalau di atas lapangan United pernah merasa frustrasi karena sulit membobol pertahanan Luhansk, cerita di tepi lapangan lain cerita.

Mourinho, yang hamper selama laga tak pernah duduk di bangku cadangan, terlihat oleh kamera pasang raut muka yang marah setelah berdiskusi tentang taktik bersama asistennya yaitu Rui Faria.

Tak cuma itu, lewat peluang lainnya, dia pun nampak menghampiri 2 asistennya yang lain di tepi lapangan dan menunjuk map yang isinya taktik laga yang mereka pegang.

Kenapa Mourinho sampai seperti itu marahnya? Seusai laga dia mengatakan kalau ada sejumlah informasi tentang lawan yang salah pada analisis oleh para asistennya. Info yang salah tersebut bikin pemain gelandang United yaitu Paul Pogba, dapatkan instruksi yang ikut salah juga. Alhasilnya, Pogba juga pernah dibuat bingung.

“Anda sadar, ini tentang set piece, tentang organisasi laga… Mereka merubah urutan tim sebelum laga dan Paul jadi sedikit merasa bingung dengan perubahan tersebut,” ucap Mourinho.

“Dan tentu, saya ingin para asisten saya peka dengan semua detail,” ujar sang manajer yang berasal dari Portugal itu.

Simeone Puas Cara Atletico Tahan Bayern Berlangsung Mulus

Atletico Madrid sukses langsungkan caranya untuk tundukkan Bayern Munich dengan skor 1-0. Diego Simeone sang pelatih Atletico merasa puas dengan performa tim besutannya.

Melangsungkan laga pada hari Kamis (28/9) dinihari WIB, di Vicente Calderon, Yannick Carrasco menjadi sosok pahlawan bagi Los Rojiblancos dengan angka satu-satunya yang tercetak pada menit 35. Sepanjang laga, Atletico berhasil bikin Die Roten jadi frustrasi.

Tim tuan rumah mungkin saja dapat menciptakan 2 angka tambahan di tiap babak. Sundulan Fernando Torres di babak pertama gagal karena tiang gawang sementara eksekusi penalti Antoine Griezmann pada akhir babak kedua terbentur mistar gawang.

Kemenangan ini bertanda langkah Atletico tak terkalahkan terus berlanjut. Kebalikannya, Bayern mendapat hasil negatif perdananya di musim 2016-2017.

“Hari ini saya senang dengan semuanya. Kami menekan mereka dengan oke, ketika kami bertahan dan siapkan serangan balik kami lesatkan dengan bagus,” ucap sang pelatih Atletico Diego Simeone.

“Kami tampil hebat dalam waktu 90 menit menghadapi sebuah tim yang amat tidak mudah dan ini merupakan salah satu pendapatan yang paling baik bagi saya di sini di Atletico Madrid.”

“Strateginya tentu. Kami berusaha matikan mereka lewat depan, dengan Saul menolongu untuk matikan [Franck] Ribery dan [David] Alaba. Torres ditempel dengan [Xabi] Alonso dan Griezmann pada [Arturo] Vidal.”

“Cetak angka kami adalah sebuah aksi yang sangat baik lewat serangan balik kami dan saya amat terkesan dengan seperti apa para pemain memperlihatkan taktik,” cetus Simeone.

Atletico sekarang berada di urutan paling atas klasemen sementara grup dengan koleksi 6 poin. Bayern mengikuti di bawahnya dengan 3 poin.

Zidane Sebut Terasa Sakit Kebobolan di Menit akhir Laga

Real Madrid raih hasil imbang ketiga berturut-turut setelah tampil dengan skor 2-2 di kandang Borussia Dortmund. Zinedine Zidane merasa kecewa sangat karena Madrid kebobolan angka kedua di menit akhir laga.

Di laga yang berlangsung pada hari Rabu (28/9/2016) dinihari WIB, Signal Iduna Park, angka yang dicetak oleh Andre Schuerrle pada menit 87 membuyarkan kemenangan Madrid yang sudah d depan mata. Sebelumnya, Madrid 2 kali unggul lewat Cristiano Ronaldo sebelum diimbangi oleh Pierre-Emerick Aubameyang kemudian unggul kembali lewat angka yang dicetak Raphael Varane pada babak kedua.

Dengan begitu, Madrid terus mendapat hasil imbang di 3 laga terakhir yang sudah mereka lalui sebelumnya imbang melawan Villarreal dengan skor 1-1 dan Las Palmas dengan skor 2-2 pada kompetisi La Liga. Bagi GracenoteLive, ini merupakan langkan tanpa kemenangan paling panjang dari El Real sejak dipimpin oleh Zidane.

“Para pemain telah bermain oke, hasil ini tak mudah untuk diterima karena kami layak dapatkan hasil yang lebih, Namun ini bukanlah sebuah hasil yang buruk,” ujar sang pelatih Madrid tersebut.

“Saya anggap di babak pertama kami sedikit kesulitan karena pressing besar dari Dortmund dan kami sadari ini merupakan sebuah yang tak mudah untuk raih hasil oke sebab berhadapan dengan lawan yang baik. Namun saya amat bangga dengan performa yang kami tunjukkan.”

“Namun, yang sangat disesali ialah saat ini kami dapatkan 3 hasil imbang beruntun. Saat Anda kemasukan angka pada 3 menit laga yang akan berakhir terasa meyakitkan, terutama mengingat upaya yang telah diwujudkan oleh para pemain,” kata Zidane.

Madrid sekarang ada di posisi puncak sementara Grup F dengan mengantongi 4 poin, ditempel oleh Dortmund yang ada di urutan kedua. Kemudian, Madrid bakal berhadapan dengan klub Polandia Legia Warsawa dalam double header.

Hazard Kecewa dengan Performa Tim

Pemain gelandang Chelsea yaitu Eden Hazard, akui kalau penampilan yang ditunjukkan oleh timnya baru-baru ini tak terlihat baik. Oleh sebab itulah, The Blues perlu bergegas membenahi diri.

Awal yang ditunjukkan Chelsea pada ajang Premier League musim ini dapat dikatakan oke. Mereka dapatkan 3 hasil positif secara berturut-turut dengan kalahkan West Ham (dengan skor 2-1), Watford (2-1), dan Burnley (3-0). Tetapi kemudian mereka cuma bisa dapatkan 1 poin.

Usai tampil seri menghadapi Swansea City dengan skor 2-2, beruntun Chelsea kalah melawan Liverpool dengan skor 1-2 dan Arsenal 0-3. Tempat mereka, yang bermula ada di posisi keempat besar, pada akhirnya menurun ke posisi 8.

Hazard sebut, kekalahan melawan Arsenal akhir pekan kemarin merupakan sebuah kesalahan sendiri. Dia tak ingin mencari-cari alasan dari hasil negatif itu.

“Tak ada alasan. Kami kalah dilihat dari banyak duel perebutan bola pada pertandingan itu,” ucapnya pada situs resmi milik klub.

“Kami hadir dan memiliki niat untuk dapatkan hasil positif. Namun, kami bikin sejumlah kesalahan untuk angka pertama, kemudian di angka kedua. Begitu kami sadar, kami telah tertinggal 0-3.”

Pemain gelandang yang berasal dari Belgia tersebut pun mengatakan, 1 poin dari 3 laga terakhir dapat dikatakan buruk. Dengan tak tampilnya Chelsea di kancah turnament Eropa tengah pekan ini, mereka perlu berkonsentrasi dan persiapkan diri berhadapan dengan lag Premier League selanjutnya.

“Dalam 3 pertandingan terakhir, dari 9 poin yang dapat kami raih, kami cuma meraihnya 1. Hal tersebut amat mengecewakan.”

“Kami perlu benahi diri dari kesalahan-kesalahan yang sudah kami lakukan dan bersiap untuk melangsungkan banyak pertandingan penting selanjutnya,” ujar Hazard.

Chelsea bakal melangsungkan laga pada hari Sabtu (1/10/2016) ke markas Hull City. Akhir pekan kemarin, Hull pun harus menerima hasil negatif setelah kalah melawan Liverpool dengan skor 1-5.

Fiorentina vs Milan Imbang

Fiorentina ungguli pertandingan, namun tak berhasil manfaatkan beberapa kesempatan. Kebalikannya, AC Milan pernah merasa kesulitan. Kedua tim tak berhasil menciptakan angka dan laga berakhir dengan skor 0-0.

Di laga yang berlangsung pada hari Senin (26/9/2016) dini hari WIB, di Stadion Artemio Franchi, Fiorentina unggul lewat penguasaan bola sampai dengan 62 persen. Tak hanya itu, La Viola pun lebih banyak membuat kesempatan untuk ciptakan angka.

Tercata, Fiorentina lakukan 20 attempts selama laga berlangsung, dengan 5 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Milan lakukan 12 percobaan, dengan cuma 1 di antaranya yang mengarah ke gawang.

Pada babak pertama, Fiorentina langsung bermain dengan integritas tinggi. Baru 2 menit laga berlangsung, mereka telah raih kesempatan lewat Federico Bernardeschi. Tetapi, sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti masih melambung.

Selang 4 menit, giliran Josip Ilicic yang raih peluang untuk tuan rumah. Ilicic lesatkan sepakan yang melengkung dari luar boks, tetapi nasibnya sama dengan kesempatan yang didapat Bernardeschi yaitu masih melambung.

Di tengah babak pertama, Milan raih peluang 2 kali lewat M’Baye Niang. Tetapi, 2 kali jua usaha Niang tersebut tak mengarah ke gawang.

Kesempatan paling oke dari Fiorentina pada babak pertama diraih oleh via Ilicic, di menit 23. Kesempatan itu diraih Ilicic dengan sepakan penalti, disusul dengan pelanggaran Davide Calabria kepada Borja Valero.

Sepakan kaki kiri Ilicic mengarah ke sudut bawah pinggir dan terbentur tiang gawang. Ini merupakan kali pertama, dari 9 peluang, dia tak berhasil mengeksekusi penalti dengan oke.

Tak lama kemudian, Milan raih peluang lewat Jack Bonaventura, namun sepakannya masih melambung.

Pada babak kedua, Fiorentina selalu unggul lewat penguasaan bola. Sedangkan Milan berupaya mengancam dengan lenacarkan serangan balik. Sejumlah kesempatan pun diraih Milan.

Sepakan Juraj Kucka masih melambung, begitu juga dengan sepakan Gabriel Paletta. Di menit 83, Milan mengancam kembali lewat Carlos Bacca, namun sepakannya melenceng.

Pertandingan berakhir tanpa ada angka 1 pun yang tercipta. Dengan tambahan satu poin, Milan ada di urutan keenam dengan mengantongi 10 poin. Sementara Fiorentina ada di urutan 12 dengan 8 poin.

Arsenal Diminta Tahan Emosi Saat Hadapi Chelsea

Emosi adalah salah satu bagian yang diminta dapat dijaga oleh Arsenal saat menjamu Chelsea pada akhir pekan ini. Musim kemarin mereka tergoda oleh panasnya suasana.

Arsenal bakal menghadapi Chelsea pada hari Sabtu (24/9/2016) malam WIB di Emirates Stadium, lanjutan Premier League. Tidak cuma derby yang pertemukan 2 tim asal kota London, pertandingan ini pun mempertaruhkan gengsi antara 2 tim besar di Inggris.

Hal tersebutlah yang buat atmosfer pertandingan terus berpeluang berlangsung panas. Musim kemarin, Arsenal menjadi pihak yang dirugikan karena terus kehilangan pemain karena dikeluarkan oleh wasit di 2 pertemuan.

Pada pertemuan pertama saat melangsungkan laga di Stamford Bridge, Arsenal sudah harus tampil dengan sisa 10 orang pemain dari akhir babak pertama. Gabriel Paulista diberi langsung kartu merah, di ikuti dengan kartu merah kepada Santi Cazorla pada babak kedua sebab ia dapatkan kartu kuning kedua. Mereka juga pada akhirnya kalah dengan skor 0-2.

Sedangkan di pertemuan kedua, Arsenal lagi-lagi menerima hukuman. Per Mertesacker telah diberi kartu merah langsung oleh wasit di menit 18 pada pertandingan yang berakhir dengan hasil negatif 0-1 tersebut.

Pemain gelandang Arsenal yaitu Alex Oxlade-Chamberlain ingin timnya dapat menahan diri supaya tidak terpancing pada pertandingan kali ini. Hilangannya pemain tentu bakal menjadi kerugian besar dan membuat peluang untuk menang menjadi tipis.

“Bakal bagus suoaya dapat menjaga 11 pemain di lapangan menghadapi Chelsea sekarang. Saya mengetahui hal tersebut terdengar lucu, namun mengatakan secara umum pada sejumlah pertandingan terakhi menghadapi mereka, selalu menjadi perselisihan besar dengan banyak emosi dan bisa menjadi permainan pikiran,” ujar Chamberlain.

Zidane Sesali di Babak Pertama Tim Tampil Buruk

Real Madrid terpaksa harus berbagi angka usai imbang menghadapi Villarreal dengan skor akhir 1-1. Zinedine Zidane sang pelatih Madrid sesalkan performa buruk yang diperlihatkan timnya pada paruh pertama.

di laga yang berlangsung pada hari Kamis (22/9/2016) dinihari WIB, di Santiago Bernabeu ,Madrid kemasukan angka lebih awal lewat sepakan penalti Bruno Soriano jelang turun minum. Handball yang dilakukan oleh Sergio Ramos membuat wasit memberi tendangan penalti pada tim lawan.

El Real kemudian membalas. Cuma berselang 3 menit usai kickoff babak kedua, Ramos membayar kesalahannya dengan menciptakan angka balasan untuk membuat skor menjadi imbang.

Kemudian, Madrid selalu menerobos pertahanan Villarreal namun angka tambahan tak juga tercipta hingga laga berakhir. Hasil imbang ini secara membuat Los Blancos gagal pecahkan rekor raih kemenangan paling panjang yang diraih mereka bersama Barcelona.

“Pada babak kedua, kami mungkin bisa menang, namun di babak pertama tidak. Ini pertandingan yang sulit,” ucap Zidane setelah laga.

“Tadi merupakan laga yang sulit, kami telah berupaya keras namun hal seperti ini dapat terjadi dan telah terjadi.”

“Kami mengawali dengan terbilang buruk. Kami harus berusaha dan merubahnya, sebab kami bermain apik di babak kedua,” lanjut dia.

“Hingga akhirnya, kami hilangkan 2 poin di markas sendiri namun kami tak ada niat mengubah gaya kami lakukan banyak hal. Pada babak kedua, kami jauh lebih kokoh, namun Anda kan tak terus dapat menangkan laga pada menit-menit terakhir,” ujar Zidane.

Wenger Sebut Arsenal Bermain Impresif

Arsene Wenger merasa puas dengan penampilan dari Arsenal ketika berhasil menangkan laga atas Nottingham Forest. Bagi sang manajer, The Gunners bermain impresif di pertandingan itu.

Arsenal berhasil menang dengan skor telak 4-0 menghadapi Forest pada pertandingan babak ketiga Piala Liga Inggris yang berlangsung pada hari Rabu (21/9/2016) dinihari WIB, di City Ground. 4 angka tim tamu diciptakan oleh Granit Xhaka pada menit 23, Lucas Perez pada menit 60 dan 71, kemudian Alex Oxlade-Chamberlain ketika laga memasuki injury time.

“Hingga akhirnya kami berhasil lolos, namun laga berlangsung sulit. Nottingham Forest tampil dengan penuh komitmen. Kami perlu menunggu dan tak kebobolan, yang dimana kami melakukannya dengan baik. Secara menyeluruh, saya rasa kami tampil oke secara teknis, gabungan kami berlangsung baik, dan kami tampil dengan kecepatan tinggi. Pada saat itulah kami membuat perbedaan di dalam laga,” ujar Wenger seperti dilansir pada situs resmi milik klub.

Arsenal perlu hadapi beberapa tekanan dari Forest di menit-menit awal. Namun, sepakan jarak jauh Xhaka di menit 23 mengantarkan Arsenal unggul.

“Kami sedikit merasa sulit sedari 20 menit pertama dan angka tersebut menolong kami. Kemudian, saya anggap semua pemain berkonsentrasi untuk tampil sesuai cara yang kami harapkan, langkah yang tajam dengan bola, mobilitas yang baik pada tim kami, terus cepat untuk lajukan bola, dan dengan menyeluruh tersebut merupakan performa yang impresif,” ucap Wenger.

Di pertandingan itu, Arsenal turunkan banyak pemain pelapisnya, termasuk para pemain muda antara lain Rob Holding, Ainsley Maitland-Niles, Jeff Reine-Adelaide, dan Chuba Akpom.

“Kami memiliki sejumlah pemain muda yang bermain oke dan Lucas pun menciptakan angka. Maka secara menyeluruh ini merupakan malam yang baik,” imbuh Wenger.

Loris Karius Bakal Bermain Di Laga Derby

Penjaga gawang Liverpool yaitu Loris Karius pada akhirnya bakal ikut merumput. Juergen Klopp pastikan Karius bakal bermain saat menghadapi Derby County pada pertandingan Piala Liga Inggris.

Pemain sepakbola Jerman yang berumur 23 tahun tersebut direkrut oleh Liverpool dari Mainz dengan mengeluarkan dana sebesar 4,7 juta poundsterling di musim panas kemarin. Namun, pada 6 laga kompetitif Liverpool sampai musim ini Karius masih belum ikut serta karena pernah mendapatkan cedera.

Usai sembuh, peluang untuk Karius memperlihatkan kebolehan diri telah hadir. Liverpool bakal melangsungkan laga di kandang Derby untuk melangsungkan babak ketiga pada hari Rabu (21/9/2016) dinihari WIB, di Stadion Pride Park.

Biarpun demikian, sang manajer Liverpool yaitu Juergen Klopp tegaskan kalau tak ada penjaga gawang inti pada skuat The Reds. “Ya, jika tak terjadi sesuatu,” ucap dia ketika ditanya tentang Karius bakal menjadi starter.

“Ia merupakan seorang penjaga gawang yang luar biasa dan saya mengetahui arah pertanyaan Anda. Kami harapkan 2 penjaga gawang yang amat hebat dan saya merasa hal tersebutlah yang kami miliki. Ia meraih sebuah keberuntungan pada pramusim namun ia tak dapat memakainya karena mengalami cedera. Pada saat tersebut, Simon kembali dari timnas dan tunjukkan sesuatu yang gemilang,” lanjut Klopp.

“Saya tak ingin mengakibatkan perselisihan besar untuk 2 penjaga gawang ini. Penjaga gawang harus merasakan ketenangan. Yang oaling utama ialah sebagai penjaga gawang, Anda tak dapat tampil tanpa kemasukan angka. Anda perlukan seorang manajer yang mengatakan ‘iya’ namun Anda masih dapat bermain, maka Anda dapat rasakan kepercayaan diri yang meningkat.”

“Ini soal melihat mereka. Tekanan untuk para pemain telah cukup tinggi. Mereka perlu lakukan yang paling baik dan jika saya mempunyai firasat akan sesuatu maka saya bakal mengubah hal tersebut atau tidak sama sekali,” ucap Klopp.

Wenger Menunggu Xhaka Berapi-api

Arsene Wenger katakan kalau ia tidak harus terburu-buru tegaskan Granit Xhaka untuk tunjukan kontribusi besar di Arsenal. Ia sadari tiap pemain memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri yang tak sama.

Arsenal mengeluarkan dana sebesar 30 juta poundsterling atau sama dengan 519,6 miliar rupiah untuk merekrut Xhaka ke London di bursa transfer musim panas tahun ini. Pemain internasional Swiss tersebut direkrut dari klub asal Jerman yaitu Borussia Muenchengladbach.

Tetapi, sampai saat ini Xhaka masih belum memperlihatkan kontribusi yang meyakinkan kepada tim dalam 3 laga di Premier League. Ia masih belum menciptakan angka, belum membuat kesempatan mencetak angka, serta tanpa menjadi assist.

Tetapi Wenger masih berikan ia toleransi. Ia sadar bahwa Xhaka memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan The Gunners.

“Untuk memperlihatkan kualitas yang dimiliki olehnya, ia perlu menyesuaikan diri dengan kecepatan pada ajang Premier League. Dan bagi saya berganbtung dengan siapa saja tandemnya. Ia bakal tampil pada semua pekan supaya semakin kuat dan baik. Ia bekal menunjukkan balasan yang besar untuk tim,” ujar Wenger.

“Penampilannya cocok, sama halnya dengan energi dan kekuatan yang dimilikinya. Apa yang kami harapkan ialah dapat memanfaatkan dirinya sebaik mungkin.”

“Ini baru memasuki bulan September, kami mengawali liga di bulan Agustus. Maka, sampai saat ini baru berlangsung satu bulan. Banyak para pemain yang memerlukan waktu untuk cocok dengan tim dan kami bakal menlangsungkannya tanpa mengiranya sebagai sebuah persoalan,” ucap Wenger.