Kekecewaan Deschamps Didepan Para Fans

Prancis tidak berhasil menjadi juara pada Piala Eropa 2016 di depan publiknya sendiri. Didier Deshamps  merasakan rasa menyesal yang amat dalam karena tak berhasil mempersembahkan trofi kepada para fans.

Menjadi tuan rumah, Prancis tentunya menjadi salah satu tim yang di sebut-sebut akan menjadi juara di Piala Eropa 2016. Predikat tersebut sukses diemban dengan kenyataan perjalanan mereka sampai ke babak final.

Di pertandingan final, Les Bleus pun lebih diunggulkan daripada lawannya yaitu Portugal. Tak hanya dilihat dari sisi menjadi tuan rumah saja, mereka pun memiliki pengalaman menang impresif dengan skor 2-0 dari sang juara dunia yaitu Jerman, pada babak semifinal.

Ditambah, Prancis pun memiliki sejarah yang oke ketika menjadi tuan rumah kompetisi besar pada 2 peluang terakhir. Mereka terus menjadi juara saat turun sebagai tuan rumah pada 2 kompetisi besar terakhir, yaitu Piala Eropa tahun 1984 dan Piala Dunia tahun 1998.

Walau bagaimanapun, Prancis perlu merelakan peluang mereka untuk meneruskan sejarah tersebut menghilang, setelah di tundukkan dengan skor 0-1 oleh Portugal. Angka yang dicetak oleh Eder pada babak tambahan membuat sirna impian menjadi juara di hadapan publik sendiri.

“Tentunya rasa yang mendominasi merupakan penyesalan paling besar. Merupakan sesuatu hal yang kejam karena tak berhasil menang di babak final seperti itu. Namun Saya perlu memberikan selamat kepada Portugal,” ujar Deschamps.

“Tentu kami memiliki sejumlah kesempatan dan tak cukup tajam. Kami kurang tenang, namun saya tidak dapat menutupi apapun dari pemain-pemainku. Mereka telah menunjukkan semuanya pada malam ini,” kata dia.

Rasa kecewa yang paling besar dirasakan Deschamps ialah tidak berhasil mempersembahkan perayaan untuk para pendukung tim nasional. Namun ia merasa langkah sampai saat ini telah memperlihatkan banyak sesuatu yang positif.

“Kami berharap bisa memenangkan trofi ini dan dipersembahkan kepada para fans. Ada sejumlah hal positif, namun tak mudah untuk dilihat sekarang ini,” ucapnya.

“Semua yang sudah kami lewati dalam beberapa pekan terakhir berlangsung baik, maka saya merasa kecewa karena kami gagal memenangkan trofi ini para public Prancis,” lanjut pria yang berusia 47 tahun itu.