Kekecewaan Inggris Usai Melawan Slovakia

Gary Cahill pemain bek Inggris mengatakan timnya merasa kecewa setelah mengalami kebuntuan ketika tampil imbang tanpa mencetak angka saat berhadapan dengan Slovakia. Dia menilai Inggris seharunya bisa menang.

Laga yang berlangsung di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Étienne, pada hari Selasa (21/6/2016) dinihari WIB, Inggris mendominasi bola dengan perbandingan 57 persen – 43 persen dengan Slovakia walau tak juga mencetak angka selama laga berlangsung.

Tercatat oleh UEFA, The Three Lions melakukan 27 tendangan dengan detail 5 usaha yang mengarah, 8  melenceng, dan 14 diblok. Sedangkan Slovakia hanya melakukan 4 usaha dengan 2 yang mengarah ke gawang dan sisanya melenceng.

“Pertandingan pada malam ini membuat kami merasa kecewa. Pada 3 laga kami memiliki dari kebanyakan menguasai bola dan sekarang kami lebih unggul sejak pertama laga dimulai namun tak dapat membobol dinding pertahanan musuh. Hal tersebut jelas membuat kami merasa kecewa,” ujar Cahill.

“Ada iramanya, kami lebih unggul menguasai bola dengan pasti namun tak mempunyai serangan yang dapat membobol pertahanan lawan. Pada pertandingan lain yang serupa perlu sesuatu hal yang luar biasa dan kami hampir mewujudkannya, namun hingga akhir laga, kemenangan yang kami inginkan tidak terjadi. Kami amat kecewa, dengan mendominasi bola selama laga mestinya kami bisa meraih kemenangan.

“Kami perlu melaju terus ke depan, kami berada di urutan ke dua di fase grup dan selanjutnya ada pertandingan yang penting. Malam ini kami akan berupaya menurunkan para pemain yang lebih fit dan saya beranggapaan kalau kami akan tampil baik dan di hari selanjutnya kami harus menang,” katanya.