McAuley Tetap Cemerlang di Umur Senja

Irlandia Utara dapatkan kemenangan perdananya di Piala Eropa usai menangkan laga atas Ukraina. Pemain bek senior yaitu Gareth McAuley, menjadi pemain yang disebut-sebut sebagai penentu kemenangan negaranya di pertandingan semalam.

Ukraina adalah negara yang pertama tergusur dari Piala Eropa 2016. Dengan mengejutkan, Ukraina kalah dengan kebobolan 2 angka tanpa mampu membalas Irlandia Utara.

McAuley adalah pencetak angka yang masuk sejarah untuk Irlandia Utara. Pemain bek yang tampil untuk klub WestBrom itu menjadi pencetak angka perdana untuk negaranya pada ajang Piala Eropa, dengan sundulannya pada menit ke 49.

Penampilan cemerlang dari McAuley membuatnya dibalas dengan titel Man Of The Match oleh UEFA. Tak hanya mencetak angka, McAuley juga dapat menjaga pertahanan Irlandia Utara sampai taka da yang mampu mencetak angka di gawang timnya.

Dengan usianya yang senja yaitu 36 tahun, memiliki tinggi badan 191 cm, McAuley dapat menangkan 3 laga udara, paling banyak di timnya. McAuley pun sukses menuliskan 13 sapuan, 5 blok, dan 3 intersep, dan juga 1 tekel. McAuley menjadi pemain paling oke di Irlandia Utara lewat penyerangan versi Squawka.

Yang membuat ini spesial, McAuley melakukannya di usia senja. Berusia 36 tahun, McAuley masih menampilkan performa keemasannya. Melalui golnya ketika melawan Ukraina, ia menjadi pencetak gol tertua kedua di Piala Eropa setelah Ivica Vastic, striker Austria yang mencetak gol ke gawang Polandia di Piala Eropa 2008 ketika berusia 38 tahun.

McAuley hampir pensiun dini di tahun 2007. Pemikiran tersebut hampir terpikir olehnya karena ia tak ikut terdaftar dalam skuat. Tapi, Nigel Worthington sang pelatih Irlandia Utara ketika itu, kembali menyebut nama McAuley masuk dalam skuat yang membuat dirinya membatalkan keinginannya untuk pensiun.

Karena McAuley, sekarang peluang Irlandia Utara untuk melewati fase grup Euro 2016 kembali bangkit. Tapi, mereka perlu berhadapan dengan terakhir yang berat untuk membuat pasti hal tersebut. Irlandia Utara akan berhadapan dengan sang juara dunia yaitu Jerman yang akan berlangsung pada hari Selasa (21/06/2016) di Parc des Princes, Paris.

“Kami akan melangsungkan pertandingan sulit berikutnya yaitu berhadapan dengan Jerman, namun sekarang ini kami bahagia dan kami ingin dapat bermain semakin bagus” ucap McAuley.